Kekuatan & Kecantikan Sayap Kupu-Kupu
April 30, 2008 Category: Keluarga 4 Comments »
Eduardo, seperti nama di sebuah Telenovela. Ia menggambarkan sosok laki-laki pecinta namun rapuh, mudah berpindah. Lupa akan perjalanan, lupa akan kendaraan saat ia berjalan. Seakan turun dan berjalan tanpa menengok lagi ke belakang. Bahkan lupa membayar ongkos dari perjalanan tersebut.
Marimar, diperankan seorang gadis lugu 14 tahun yang polos. Namun tergambar sosok gadis yang kuat, teguh akan pendirian dan mampu bertahan pada apa yang seharusnya ia pertahankan.
Perjalanan yang dilakukan Marimar tidak mampu dilakukan Eduardo, begitu perbedaan yang nampak dari keduanya. Tuhan telah memberi banyak kelebihan pada diri Marimar, seperti kupu-kupu yang sanggup terbang di angin kencang sekalipun. Sayap cantiknya yang kokoh, seakan melawan kekuatan angin yang menerjang warna-warni kehidupannya.
Seperti setiap akhir sebuah cerita, kupu-kupu yang mampu bertahan akhirnya akan kembali mendapatkan rumah dan wangi bunganya. Menghiasi kembali keindahan taman bersama putri-putri yang mengelilingi hidupnya. Itu janji setiap akhir sebuah cerita.
Yakinkan dengan semangat yang tinggi, bahwa Tuhan telah memberikan kekuatan yang jauh lebih hebat setelah semua berjalan dengan terpaan. Ini sudah hukum kehidupan. Gadis rantau, bak kupu-kupu yang cantik, akan kembali kepada indahnya kehidupan.
Salah satu do’a atas dasar kepedulian anak manusia sejenis Eduardo namun beda kulit, tapi juga beda isi. Jaga kesehatan, sukses dan terus memelihara semangat!
Masih ingat Novel Ayat-Ayat Cinta yang di Filmkan? Tidak mau kalah, kali ini comment yang di postingkan menjadi artikel cukup menarik untuk dilakukan. Cerita diatas merupakan salinan komentar boxlog atas salah satu posting artikel di weblog Gadis Rantau, “Karena Dia Aku Hidup Menjanda”.
April 30th, 2008 at 9:25 am
waduh makasih banget ya? ini suatu apresiasi yag ternilai harganya dihari ini. sehari menjelan ulantahunku tiba. “KARENA DIA AKU HIDUP MENJANDA” merupakan tulisan yang saya susun dari pembaca yg telah terpublikasi di media tempat saya bekerja. respon dari pembaca, ugh. sungguh luar biasa.
makasih sekali lagi
April 30th, 2008 at 9:41 am
Penulis “KARENA DIA AKU MENJADA” memang pejuang perempuan yg tiada tara di negeri orang, salam bagi semua yg msh peduli dgn kesusahan org lain
April 30th, 2008 at 2:06 pm
gak berani komentar. ini tentang keindahan kupu2. saya masih ingat semerbak harumnya ketika dia singgah dan terbang
May 20th, 2008 at 5:56 pm
Hmmm, cantiknya….