Kekuatan Edifikasi
May 2, 2008 Category: Popularitas 10 Comments »
“Kalau Anda bertemu dengan John Maxwell, diperlukan waktu kira-kira enam puluh detik untuk menyadari bahwa dia digerakkan oleh Sang Pencipta, dan hal ini menjadikannya seorang pemimpin. Kapan saja Tuhan menempatkan tangan-Nya untuk memberi berkah kepada seseorang, maka dia dicari dan diikuti orang lain. Kalau berkah itu berlanjut, maka Anda pun punya seorang pembimbing. Bacalah buku John Maxwell tentang mengembangkan pemimpin dan biarkan dia membimbing Anda sementara Anda berusaha membantu orang lain.”
Kalimat diatas adalah sebuah kalimat edifikasi yang saya baca di bagian belakang sebuah buku yang tersusun dalam kategori Pengembangan Diri di salah satu toko buku yang selalu saya kunjungi setiap tanggal dimana saya menerima honor atau gaji bulanan. Waktu itu, sekitar 6 tahun kebelakang. Begitu aktivitas saya yang lain, setiap ada rejeki, pastilah toko buku merupakan kunjungan favorit saya sampai hari ini.
Sedikit saya sudah membawa Anda kepada pemahaman tentang edifikasi, dalam contoh tadi edifikasi yang ditulis di bagian belakang buku tertentu. Coba Anda ambil salah satu buku bacaan di dekat Anda, sebagian tertulis beberapa edifikasi yang ditulis pada setiap bagian belakang buku tersebut. Sebagian buku yang lain tidak tertulis edifikasi dari siapapun. Walaupun kadang-kadang penulis atau penerbitnya sendiri yang membuat edifikasi. BEDA! edifikasi yang dilakukan orang lain jauh lebih bernilai dari edifikasi yang di buat oleh sendiri. Jadinya bukanlah edifikasi, melainkan hanya sebuah penjelasan saja.
Maksud tulisan ini. Ketika saya menulis posting tentang blogger yang lain, misalnya, yang terhangat adalah weblog Mas Eko dengan 1st BaliDreamHome Contest nya. Kesempatan yang saya tangkap bukanlah dari apa yang ditawarkan beliau, melainkan inilah kesempatan kita belajar membiasakan melakukan edifikasi buat siapapun. Karena kekuatan edifikasi akan sangat memberi pengaruh positif selain kepada yang diberi edifikasi tetapi juga buat si edifikator. Coba suatu ketika Anda bertemu dengan seorang rekan bisnis dalam sebuah perjalanan, saat itu Anda berdua dengan rekan bisnis yang lain. Sedikit kalimat edifikasi yang Anda lakukan ketika memperkenalkan teman seperjalanan Anda ke teman bisnis yang bertemu dalam perjalanan tersebut.
“Perkenalkan, teman saya, beliau ini adalah salah satu rekan bisnis yang telah banyak memberi banyak pelajaran dan pengalaman kepada saya. Beliau ini ahlinya.”
Anda bisa bayangkan efek positif dari kalimat tersebut. Rekan bisnis tersebut akan sangat resfek dan menghargai rekan yang Anda perkenalkan, apalagi Anda sebelumnya telah dikenal dan dinilai baik oleh rekan bisnis tersebut . Hasilnya bisa saja terjadi jalinan bisnis dari keduanya, mungkin malah segitiga dengan Anda. Ingat! bedakan edifikasi dengan mensponsori. Dan hal lain, Anda akan mendapat penghargaan yang tidak jauh berbeda dengan yang diterima rekan yang Anda perkenalkan. Bisakah hal yang sama dilakukan dalam posting Anda? Silakan belajar sama mas Abi - tehrouter - yang sudah mulai hebat melakukan edifikasi blog rekan lainnya. Kang Hakimtea atau kang Andi sang Pangeran. Siapa lagi? wah! sudah mulai bermunculan edifikator-edifikator blog sekarang. Luar biasa! Sebagai bahan untuk memulai melakukan edifikasi, bagi yang belum mencoba. Kenapa kita tidak memulainya dengan mengedifikasi blognya Mas Eko, kalau saya menyebutnya Mr. BDH. Beliau yang sedang menyelenggarakan kontes ini, bisa kita jadikan sebagai salah satu media untuk berlomba melakukan edifikasi. Edifikasi bukan sesuatu yang di lebih-lebihkan, tetapi salah satu yang natural yang dikemas dalam bentuk atau kalimat yang memiliki power.
EFEK POSITIF EDIFIKASI SETELAH 2 MENIT POSTING INI DI PUBLISH:
CEK DISINI! PERHATIKAN TANGGAL DAN JAM!
|
US$ 50.00 and Rp. 1.000.000 untuk Anda! 1st BaliDdreamHome Contest for Indonesia and English Blog!, Boxlog post here! |
![]() |
![]() |


May 2nd, 2008 at 3:19 pm
saya kebetulan dilahirkan untuk menjadi manusia yang rakus sama apapun yang bisa dibaca mulai dari buku jadul semacam ‘ani arrow, nick carter, buku apapun saya baca, dan sekarang lagi getol baca buku2 tentang entrepenurship dan apapun yang berhubungan dengan itu selain tentunya buku tetraloginya Andrea Hirata yang fenomenal, (tinggal tunggu buku keempatnya sih) dan saya rasa Indonesia sangat memerlukan sosok enterpreneur baru setiap saat, semakin banyak yang mampu untuk menjadi enterpreneur, maka negara kita akan semakin makmur.
Juga fenomena banyaknya motivator yang akhir-akhir ini menguasai bisnis ‘jual bicara’ saya juga merasa ada ‘link’ yang hilang dalam tataran pendidikan kita dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dimana pelajar hanya fokus untuk mencapai ‘angka’ tertentu tetapi kurang diberikan kesempatan untuk merealisasikan ‘mimpi’ dan kreatifitas sehingga pada saat selesai belajar (sekolah) kita masih belum mampu untuk mencerna dan membaca peluang yang ada disekitar kita, bahkan untuk sekedar bermimpipun kita masih rada2 takut.
Mudah2 an dengan ‘blogger warming’ yang ada dan yang akan ada, bangsa ini akan kembali menjadi bangsa yang mandiri dan mampu berbuat setidaknya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri!!
Makasih bro!!
May 2nd, 2008 at 3:28 pm
Buku memang gudangnya ilmu… trims artikelnya…
May 3rd, 2008 at 10:13 am
Hanya terbengong lama di blog ini dan hampir sja tidak comment. Tapi sy harus membayar lebih untuk itu, eman/sayang dan serasa ada yang kurang dalam bumbu masakan. saya berpikir pasti krn cappucino…
Waktu itu saya bertanya, hendak saya bawa kemana Blog saya? Seketika beliau menjawab, jangan dibawa kemana-mana, biarkan dia ditempatnya. dan ada ternyata ada pesan (+/-) satu bulan sebelumnya disalah satu blog sy “Visi kreatif tidak membatasi seberapa besar, atau sekecil apa pengetahuan yang telah Anda kantongi, tidak ada master, sehingga semua berhak menjadi dirinya sendiri, semua berhak berbagi dengan siapa saja. Kebebasan berimajinasi tidak akan terbentur dengan kekuatan diluar sana. Tetap memberi kreasi jangan hanya buat diri sendiri. Tetap membuka tutup gelas untuk air yang datang, tetap membuka tutup dan memiringkan gelas itu untuk siapa saja yang kehausan..” Ah, mirip Deddy Cobzr
May 3rd, 2008 at 10:15 am
Yup! itulah beliau…
May 3rd, 2008 at 10:37 am
John Maxwell? seems familiar ya kang… hehehehe
sampe sekarang saya masih belom ngerti makna edifikasi kang, mohon petunjuk
May 3rd, 2008 at 10:48 am
luar basa.hanya kata itu yang pertama muncul dalam hati.jujur sebelum aku posting komentar ini-persaanku gundah gulana atas kehidupan kita yang semakin tidak menentu.tapi setelah aku baca artikel kamu rasanya jiwa ini disuntik serum anti syndrom putus asa. Izin kopi artikelnya ya
May 3rd, 2008 at 12:33 pm
sebuah ‘budaya’ yg baik apapun namanya, perlu diikuti dan ‘dikembangbiakkan’
May 3rd, 2008 at 8:45 pm
Saya sering membayangkan… orang-orang yg berada disekitar saya bahagia dengan apa yg saya berikan, dengan apa yg saya lakukan… Meski memang tidak mungkin untuk membahagiakan semua orang, tapi setidaknya salah satu saja atau beberapa orang saja atau orang2 terdekat saja mungkin. Saya hanya memulai dan mencoba belajar “merasa bahagia saat orang lain bahagia” Pak Asep ini terlalu berlebihan, saya rasa Ustadz Abiaz-lah (tehrouter) yang memang sejati dan saya pun belajar dari beliau.
May 4th, 2008 at 6:40 am
Rekan-rekan blogger ini memang cerdas, bisa kita sama-sama baca dari semua komentar yang masuk. Didalamnya selalu menyisipkan edifikasi (sama ga yah dengan testimonial kang Hakim, mas Abi atau Mr. BDH? kang Andi nanya tuh) sesama blogger lainnya. Semangat dan sukses, semoga kita tetap dan bersatu & bersahabat!
May 4th, 2008 at 12:23 pm
Sejak aku kenal om asep, rasanya aku sudah kenal dengan edifikasi. Kang asep memang sering mengedifikasi sesama rekan blogger. Blogku pun rasanya pernah di-edifikasi disini. Tapi baru sekaranglah aku tahu tentang kata “edifikasi” ini, yaitu setelah membaca paostingan ini. Trimakasih om asep. Setiap aku berkunjung kesini, aku selalu mendapatkan ilmu baru.
*Jadi pingin mengedifikasi blognya om asep nih… Tunggu aja ya om
Sekarang lagi sibuk dengan skripsi. Mudah2an bisa cepat selesai*