[Saran saya: simak dan dengarkan terlebih dahulu lirik lagu ini sebelum membaca artikel]

Orang bilang tanah kita tanah surga. Kita bilang apa sekarang? marilah kita sama-sama mengkaji betapa mengerikannya berbagai “kemajuan” yang sekarang semakin “hebat” di negara yang kita cintai ini. Entah apa dan siapa yang salah, tidak ada yang salah? Iya, lirik Kolam Susu yang di cetuskan Koes Plus berdasarkan kenyataan pada sekitar tahun 60-70an memang tidak salah, tetapi kini tidak ada lagi kolam susu, yang ada adalah kolam lumpur di Sidoarjo, sebagian tanah jawa. Semoga tidak menyebar ke seluruh jawa. Sangat memprihatinkan.

Saya bukanlah orang yang bisa berbicara politik, tapi hati tetap berkata jujur. Bahwa politik ternyata adalah kejahatan. Kenapa? disana terjadi banyak kebusukan, banyak ke tidak pedulian terhadap kaum lemah. Betul banyak ide brilian dalam pemikiran mereka, tetapi brilian dalam kacamata yang tidak berpihak kepada kaum menengah ke bawah. Rencana kenaikan BBM, akan segera menimbun kita dengan kesulitan baru. Meski ada subsidi, adilkah itu? Belum lagi penjualan asset-asset negara ke pihak asing, ini jelas-jelas akan melahirkan kolonial baru di negeri ini. Apakah ini kurva yang sedang menurun? lalu kapan akan kembali menaik? KAPAN?

Pertanyaan itu akan selalu menjadi pertanyaan yang tidak pernah basi, karena akan senantiasa muncul setiap kebijakan pemerintah di keluarkan. Pandangi anak-anak kita, bagaimana nasib mereka kelak? sanggupkah mereka bernafas dalam timbunan yang semakin berat di kemudian hari?

Artikel ini telah di kaitkan dengan: http://urang-kuningan.web.id

US$ 50.00 and Rp. 1.000.000 untuk Anda!

1st BaliDreamHome Contest for Indonesia and English Blog!, Boxlog post here!





41 Responses to “Tanah Surga dengan Kolam Susunya”

  1. tontowi Says:

    tanahnya memang tanah surga kang..
    cuman ketua tani nya gak ada yg jago, aliran sungainya gak ada yg bener, dan pupuknya sering ilang entah kemana..

    jadinya.. surga buat sebagian kecil, neraka buat sebagian besar..

  2. Aki2-NgeBlog Says:

    Kang, setelah kita mencanangkan “Blogger Bukan Hacker” mari para Blogger bersatu untuk mencanangkan “Kembalikan Kolam Susu-ku” atau “Kembalikan Indonesia-Ku” ! Salam ….

  3. Aki2-NgeBlog Says:

    Sekarang sudah terbalik kang, Tanaman menjadi Tongkat Kayu dan Batu ! Akibat “keserakahan” segelintir orang yang Rakus yang merasa “Kolam Susu” ini miliknya sendiri padahal milik semua Rakyat Indonesia ! Salam ….

  4. Bilik Puisi Says:

    Anugerah buat bangsa indonesia memang ada pada kekayaan alamnya, cuma kekayaan alam tersebut hanya dimanfaatkan oleh orang yang kaya saja, kaya akan kelicikan, keserakahan, egois dan rasa tak peduli pada nasib bumi dan anak bangsa sendiri. kita memang belum benar-benar merdeka. kitu meren lah

  5. balidreamhome Says:

    petani kita lebih suka nyerahin tanah dan potensinya buat dikerjain orang lain sih, dan mereka tinggal duduk2 aja nunggu kontrakan sawahnya, di Bali juga begitu lebih pragmatis, dari pada nanam padi hasilnya cuma dikit, lebih banyak duitnya kalau mereka sewakan tanahnya untuk dijadiin villa he he

  6. Asep Saepudin Says:

    Wah! ide si Aki emang briliant, ayo siapkan artikel tersebut untuk di posting di semua blogger bersatu & bersahabat. Hatur nuhun aki… hmmm.. hmmmm… judulnya yang menggigit kira-kira apa yah? “Kembalikan Kolam Susuku”, “Kembalikan SUrga yang Hilang” atau…. ok deh rembugan aja yuk!!!

  7. adiindie Says:

    dimana hijau indonesiaku yang indah seperti dulu…

  8. Adieska Says:

    Buat om asep dan semua blogger, rencana menaikkan harga BBM yang dilakukan oleh tim ekonomi pemerintahan negeri ini menunjukkan bahwa pemerintah nggak tau apa2 dan nggak bisa mengantisipasi apa2. Jangan pilih lagi mereka2 tahun depan. Pilih saja yang muda. Kita coba bangsa ini dipilih org muda. Mudah2an lebih baik.

    Tim Ekonomi SBY = Gelarnya aja yg hebat2. Prof. DR. Tapi GUOBLOKnya minta ampun. Liat tuh mentri perindustrian jualan minyak goreng. Katanya dgn harga murah. Pembodohan besar2an sama rakyat. Sejak awal pun dah nampak nggak punya konsep atau kalaupun ada konsep yang mereka buat adalah konsep yang DODOLz. Nggak melahirkan solusi yang bisa bertahan lama. Solusi yang hanya sesaat dan menghabiskan anggaran.

    Aki2 Ompong mungkin lebih pintar daripada mereka. Bagusan Aki2 Ngeblog aja yang ngurus perekonomian bangsa ini ya ki… Huehehehe… :)

  9. addiehf Says:

    :D :D emang Negara yang sekarang tuh lagi BANGKRUT, buktinya KAS NEGARA kosong dan ngambil dari tiap Departemen 15%. Dan parahnya lagi bukan hanya PEREKONOMIAN yang BANGKRUT tapi dari semua elemen Moral, Hukum, Agama, Sosial, apalagi Politik, dll. :P :P

  10. andi Says:

    kita memang telah kehilangan banyak hal kang, dan kebobrokan yg sedang kita hadapi ini adalah kebobrokan multidimensi yang sangat sulit untuk diselesaikan dalam waktu singkat…

    jadi, kalau kita liat dari kacamata sang pemerintah, mereka sedang menghadapi kondisi dilematis yang pastinya penuh dengan pro kontra, sekarang bergantung dari kita nya, kita mau liat dari kacamata siapa…

    hehehehe…. mohon petunjuk ya kang :D

    mungkin ide tentang “kembalikan kolam susu-ku” itu memang sangat baik untuk dicanangkan dalam konteks supaya kita semua disadarkan bahwa negara yg diberi anugrah super subur ini sedang mendapat teguran dari yang kuasa karena kita tidak dapat menjaganya dengan baik…

  11. RawkchitecT Says:

    iya bener bgt kang.. pemerintah kita makin lama makin membusuk aja.. udah lupa sama rakyat sendiri..
    perubahan harus dilakukan sekarang dan untuk orientasi ke masa depan.. siapkan generasi muda kek saya ini saya masih muda kok.. dan generasi sesudah saya, untuk menjadi penerus yg bener2 bersih..
    untuk para senior.. mohon bimbingannya.. jangan setengah2 ngasih ilmunya.. insyaallah ide, pemikiran, dan ilmu yg anda berikan akan terus hidup dan berkembang.. walopun anda sudah meninggalkan kita..
    ide Aki, sungguh sangad keren.. mari kita lakukan bersama..

  12. yudha Says:

    tanahnya siyh emang tanah surga..tapi koq tanah malah jadi rusak ya gara2 manusia??

  13. hakimtea Says:

    Pak Asep, sepertinya saat ini ada lagi yang coba “ngobok-ngobok” pemerintahan seperti ‘98 lalu saat kita sama-sama terprovokasi turun ke jalan. Kita perhatikan disekeliling, minyak tanah hilang dipasaran kalaupun ada harganya melambung tinggi, kebijakan pemerintah mengganti dengan gas, lha gasnya sendiri sekarang malah harganya selangit, mana rakyat kecil bisa beli. Belum lagi sekarang kebijakan Yahudi berlaku, janji tidak akan menaikan BBM lha baru juga beberapa hari kebijakan itu berganti!

    Kebijakan di atas tidak sejalan dgn kondisi lapangan. Saya hanya menyangka, menduga… ada yg coba menjatuhkan pemerintahan sekarang. Mudah2an dugaan saya salah.

  14. Asep Saepudin Says:

    Ibarat perayaan hari kemerdekaan, rakyat bersuka cita memperingati hari yang bersejarah bagi bangsa ini. Salah satu yang menjadi simbol adalah kemeriahan panjat pinang, yang di atas berusaha untuk terus naik, sementara yang di bawah tidak pernah iklas lawannya naik untuk meraih cita-cita yang di gantung di atas pohon pinang. Barangkali hanya “persatuan”, salah satu sila dari 5 dasar negara, yang benar-benar harus di aplikasikan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Yang di bawah tetap memberi dorongan, yang di atas jangan pernah terlena dan lupa jasa-jasa yang telah mendorong dan membuat mereka duduk di puncak pohon pinang.

  15. abiaz Says:

    P Asep Maaf berbeda. Negeriku tak selemah itu, kwalitasku lebih, kami tak butuh kolam susu untuk hidup, kami bisa merubah LPG sebagai BBM, kami bisa merubah rongsokan jadi kendaraan, kami bisa merubah sampah jadi bahan makanan, kami bisa merubah jerami jadi pengganjal perut, tongkat itu.. dia bisa hidup di bumi gersang dan tandus. Kawan, bahkan kita bisa hidup tanpa pemerintah!! kembangkan dan tunjukkan kwalitas kita..

  16. Asep Saepudin Says:

    Betul mas Abi, saya setuju kalau “sebagian” dari kita harus benar-benar terpicu untuk tidak bergantung pada siapapun, mulailah dari diri sendiri, seperti itu yang pernah terposting di blog ini. Pemerintah hanyalah sekelompok manusia yang diberi tanggung jawab oleh kita untuk memelihara dan memanfaatkan kekayaan alam milik negeri ini untuk kemakmuran bersama. Dua kata terakhir dari paragrap tadi lah yang sebetulnya ingin kita dapatkan, kasihan “sebagian” yang lain yang tidak memiliki kelayakan untuk melakukan seperti yang dapat dilakukan dari “sebagian” kita. Kita wajib peduli terhadap apa yang kita lihat, karena tempat berdiri “orang-orang pemerintah” terlalu jauh dan terlalu tinggi untuk melihat saudara-saudara kita yang tengah mengais-ngais tanah basah untuk sekedar mendapatkan air minum saja. Semoga Yang Maha Penyayang dapat segera menyayangi mereka yang tengah sulit untuk melihat kebawah. Amin…

  17. Adieska Says:

    @ Hakimtea: Wah… Jangan salah om kikim. Jadi waktu 98 om kikim menyangka negeri kita di obok2??? Salah besar om. Kala itu kita tersadar bahwa kita selama ini tertidur. Dan sekarang dengan kebijakan2 yang terus2an dikeluarkan dan tidak berpihak pada masyarakat apa kita akan terus diam om? Kalo gitu ceritanya mungkin dalam kasus ini kita sangat kontra om kikim.

    Kalo om bilang lihat disekeliling, minyak tanah hilang, dsb. Itu berarti fungsi pengawasan pemerintah kita nggak jalan. Karena fungsi pengawasan yang nggak jalan jadi om menyangka ini ulah spekulan atau “orang lain”? Wah saya nggak sepakat banget. Ini bukti ketidakmampuan om.

    Mereka lebih pilih mengorbankan rakyat loh om. Sejak awal Pemerintahan SBY berkuasa, sudah nampak kog keberpihakan kepada rakyat itu Nol besar. Padahal rakyat mengharapkan para pemimpinnya membawa perubahan dan mensejahterakan. Kenyataannya apa om. Selalu kebijakan kebijakan yang “Kekanak-kanakan” dan kenaikan harga yang ditawarkan dan dikeluarkan oleh pemerintah. Operasi pasar, Bantuan Langsung Tunai, dll itu nggak solusi om. Itu menyakitkan… Masyarakat berebutan, berantem, keinjek2, bahkan masuk rumah sakit. Merinding om… Ketika masuk rumah sakit dipersulit lagi. Sakit banget om…

    Mereka yang memimpin sekarang nggak layak lagi didukung 1000%.

    @ Abiaz: Saya sepakat dengan om bahwa tanpa pemerintah kita bisa mandiri. Tapi apa semua rakyat semampu om abiaz? Nggak om. Masih banyak yang butuh pemerintah. Dan sudah seharusnya memang tugas pemerintah membawa perubahan dan mensejahterakan masyarakat. Bukan malah makin menjerumuskan masyarakatnya ke lembah kemelaratan.

    @ Om Asep: Ayo kita kritik terus pemerintahan yang sangat “Tidak Peduli” kepada masyarakat ini om…

  18. saksi98 Says:

    Sesuatu yang paling aku benci sekarang ini adalah “MAHASISWA”. Banyak omong enggak bisa kerja. Waktu 98 bukan mahasiswa yang melakukan perubahan, tapi mahasiswa selalu diagung-agungkan yang melakukan perubahan. Bekerja cuma dalam tataran ide. Percuma

  19. Mau Naikin Harga BBM Lagi??? Dasar Pemerintahan SBY (Sontoloyo Banget Ya…) | ADIESKA™ BLOG: Blogging for Fun Says:

    […] melalui tulisan ini. Karena pada setiap blog yang kukunjungi, misalnya disini, disini dan disini, aku selalu meninggalkan jejak berupa komentar. Komentar yang menurut sebagian orang mungkin cukup […]

  20. akuana Says:

    beneran! Harus berpikir solutif. memaki keadaan sendiri bukan solusi, “kenapa nasibku jadi begini?” itu adalah langkah mundur kebelakang. Kuncinya adalah maju! Kalimat merajuk, “kembalikan kolam susuku”, misalnya. Paling tidak itu menuju ke arah solusi, bukan seperti posting terakhir yang pedas, membabi-buta gak tau jluntrungnya… di posting tulisannya pun, hanya makian! Apa bisanya dia? mengontrol omongan dan ide aja gak mampu.. memakinya selangit! Seakan dia setangguh MAHAsiswa

  21. Adieska Says:

    Saksi 98 ini goblok juga nampaknya orangnya. Ya mahasiswa emang cuma pada tataran ide, wacana dan aksi demonstrasi lah. Maksudmu mahasiswa yang ketuk palu dan buat kebijakan. Emang kau saksi 98 dimana? Di Grogol??? Mikir sebelum menyatakan sesuatu. Jangan Oon…

    Payah kalo ada orang goblok sok komentar tapi nggak negrti apa yang di komentarin dia.

  22. herlan Says:

    Para pemimpin mas kuncinya. Para pemimpin negara kita seharusnya calon-calon penghuni surga, karena negara kita adalah tanah air surga

  23. gadis rantau Says:

    begitulah, kalo pemerintah kita itu dah meratifikasi perjanjian WTO (world Trade Organization).sejatinya cuma dimanfaatkan aja sama negara2 berkembang seperti adikuasa, jepang dan negara maju lainnya. padahal negeri kita tuh kaya makmur khan. kaya pengangguran, kaya TKI/TKW, kaya koruptor, dan pokoknya segalanya kaya deh. termasuk kaya hutang luar negeri.

    tapi ngomong2 kok jadi bete sendiri ya kalo bicara soal kebijakan pemerintah yang kadang berubah tanpa arah dan tanpa melibatkan/memikirkan rakyat ketika membuat keputusan. sudah ah. cukup sekali saja deh daku masuk penjara.

  24. andi CiHuY Says:

    yang saya rasakan sekarang adalah kesulitan diri saya untuk selalu berfikir positif terhadap segala kondisi, termasuk kondisi negara saya yang sekarang tidak lagi menjadi negara berkembang tapi justru terpuruk menjadi negara tertinggal…

    tapi saya kembali berfikir, apakah dengan kondisi ini kemudian saya mencari kambing hitam untuk mencari siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi ini, saya rasa TIDAK PERLU… karena hal tersebut sama sekali tidak menyelesaikan masalah… dan kita semua adalah orang yang harusnya bertanggung jawab terhadap masalah ini…

    kemudian apakah saya harus menohok sang PEMERINTAH yang memimpin bangsa dan kebanyakan orang menganggap jalan ditempat? itu juga TIDAK DIPANDANG PERLU menurut saya, karena kembali lagi hal tersebut sama sekali tidak menyelesaikan masalah…

    Apakah dengan TIDAK MENDUKUNG PEMERINTAH dan MENUNTUT UNTUK SEGERA MENGGANTI KEPALA NEGARA akan membuat negara kita seketika menjadi negara maju… SAYA YAKIN, TIDAK JUGA…

    kemudian apa kontribusi yang saya harapkan ada pada diri saya dengan kondisi seperti ini?

    1. Saya hanya berharap mampu untuk berfikir positif terhadap apa yang sedang terjadi…

    2. Memberi dukungan penuh terhadap siapapun yang telah secara Hukum diberi mandat untuk memimpin negara, salute to Bung Karno, Respect to P’ Harto, P’ Habibie, Gus Dur, Bu Mega,dan P’ SBY… and who’s next? i’ll give all my support to them…

    3. Saya juga berharap masyarakat semakin cerdas dengan memberikan pilihan yang tepat tidak hanya untuk berapa besar materi yang akan didapat jika memilih si ‘anu’

    4. saya juga berharap besar agar kita semua sadar bahwa kita punya tanggung jawab besar sebagai Warga BUMI untuk menjaga keseimbangan alam dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak alam…

    apakah kemudian saya hanya tertidur dengan harapan-harapan saya? sementara jutaan masyarakat lainnya sedang berteriak kelaparan, jutaan masyarakat termasuk saya juga sedang dalam kondisi tercekik karena kebutuhan pokok membumbung tinggi? maaf, pastinya TIDAK…

    saya hanya bagian dari masyarakat yang sedang berusaha SADAR bahwa negara saya sedang menjalani fase untuk menjadi negara besar… (aamiin)

    karena saya yakin multidimensional problem yg sedang berlangsung di negara saya sekarang bukan masalah yg mudah diselesaikan, akan butuh banyak pertimbangan berat dan sangat-sangat dilematis apapun keputusannya… dan siapapun yang membuat keputusan…

    apakah saya harus MANDIRI? secara mikro iya, tapi karena saya makhluk sosial, saya juga harus menempatkan kemandirian saya pada porsi tertentu, karena tidak mungkin saya membangun negara sendirian…

    “hello andi, tolong tunjukan kontribusi nyata… jangan sok moderat dengan orasi-orasi basi yang loe tulis diatas…”

    wah pusing juga, apa yah kontribusi nyata gw terhadap bangsa… *ting* o iya, kontribusi nyata gw terhadap bangsa adalah dengan menjadi BLOGGER yang mudah-mudahan bisa memberi secuil sumbangan ilmu buat saya, anda, anda, dan anda…

    correct me if i’m wrong… love you all…

  25. Adieska Says:

    @ Yang bilang saya banyak omong, basi, dll. Teimakasih, setidaknya saya nggak buta. Fungsi kritik ada di kaum Saya. Kalo anda-anda pernah jadi mahasiswa, anda mungkin akan sama seperti saya. Kalo nggak seperti saya, anda berarti nggak pernah jadi mahasiswa. Maklum saya… “Keluar dari kampus, anda akan kehilangan idealisme”, Tetep aja… Jangan pernah Bangke kalian. Jangan ngeluh kalo harga BBM jadi dinaikkan. Nikmatilah itu SENIOR2 Awak… Nikmatilah itu… Silahkan kalian memaki saya. Udah saya bilang. Mati aja sekarang siap, apalagi cuma Makian. DER LETZE REVULITIONAR…

  26. Adieska Says:

    Oiya… Maaf, nama saya bukan andi. Anda yang andi. Andi Cihuy… Huehehehehe…

  27. Adieska Says:

    Maaf buat om asep dan yang lain… Buat yang nanyain apa yang sudah saya berikan sehingga saya layak mengkritik, silahkan lihat blog saya yang lama. Identitas tidak saya sembunyikan semua transparan nama saya Mulyadi Pasaribu:

    http://rimbaraya.blogspot.com (Blog ini sudah tidak saya kelola lagi karena sempat vakum ngenet selama 1 tahun lebih sehingga kehilangan username dan pasword). Disini saya aktif di organ mahasiswa intra dan ekstra kampus.

    Anda juga bisa lihat profil dan beberapa foto di friendster saya http://profiles.friendster.com/mulyadipasaribu (Kegiatan saya saat Tsunami Aceh dan di LSM Lingkungan Hidup. Mungkin belum seberapa tapi setidaknya >500 pohon sudah saya tanam)

    Anda juga bisa kunjungi situs ini http://sylvaindonesia.tripod.com/Contact.html untuk memperkuat silahkan buka about pada blog saya dan lihat komentar dari senior saya Sofie.

    Mungkin saya belum ada apa2nya dibanding dengan yang lain. Setidaknya saya sudah berkontribusi nyata, di lapangan, bukan hanya jadi blogger. MAYA… Mohon maaf kepada yang lain. Sekarang saya tanya sama saksi98 dan akuana yang ga berani nunjukkan identitas dan andi cihuy yang kerjanya cihuy aja. Mana yang sudah kalian lakukan???? Sehingga kalian layak mengkritik saya??? Kalo nggak ada yang bisa kalian tunjukkan, sekarang siapa yang beretorika aja??? Aku tantang kalian berdiskusi.

  28. addiehf Says:

    Dimaafin

  29. ichanx Says:

    hehehe… malah jadi perang komen para pembaca ya… gpp lah… btw, politik memang banyak kebusukannya… tapi itu satu2nya jalan kalo kita mau lebih baik.. harus ada orang baik, bersih, jujur, cinta tanah air, untuk terjun ke politik demi membenahi negara ini. apa jadinya kalo kita semua apatis ama yg namanya politik? makin ancur lah negara ini… :)

  30. andi CiHuY Says:

    maap deh kalo saya cuma bisa cihuy doang, karena tulisan http://asepsaepudin.com/2008/05/06/tanah-surga-dengan-kolam-susunya/#comment-364 saya buat dari sudut pandang saya sendiri agar tidak terlalu emosional dan bisa berfikir positif… kalo dibaca dgn santai tanpa emosi mungkin anda akan paham bahwa tulisan saya itu tidak sedang dalam rangka memojokkan siapapun… tapi kalopun ternyata tendensi yg dirasakan berbeda ya mungkin harus diluruskan kembali tujuannya…

    maaf juga kalo saya tidak menganggap penting untuk menunjukkan kepada banyak orang kontribusi nyata apa yg sudah saya lakukan sebagai warga negara dan mantan mahasiswa yang mudah2an tidak kehilangan idealisme, untuk apa? setelah semua orang tau apa saya langsung disebut sebagai orang hebat? setelah disebut hebat kemudian apalagi? NIHIL… cuma kepuasan kosong…

    maaf juga, tantangan diskusinya saya tolak…. karena kalo diskusi cuma buat nunjukin siapa yg lebih pintar dari yang lainnya, sangat ngga bermanfaat buat saya… tapi kalo di-AJAK berdiskusi untuk membuat kita sama-sama pintar dengan prinsip saling mengingatkan, mungkin kita bisa arrange waktu yang tepat…

    ok, CiHuY…..

  31. Asep Saepudin Says:

    Apabila kita memiliki pendapat, itu berarti bahwa kita telah memikirkan dan memutuskan suatu titik pandang tertentu. Janganlah cepat-cepat mengubah pendapat tersebut, manakala ada orang lain yang mempunya pendapat berbeda. Bagaimana pun juga pendapat kita memiliki alasan yang kuat.

    Hal lain yang sangat penting, kemukakan pendapat dengan terbuka, tidak perlu ditutupi ketika berbicara. Jangan bersembunyi ketika punya “sedikit” keberanian untuk berteriak. Bagaimanapun juga, bersembunyi bukanlah karakter orang yang pandai mengajukan pendapat.

    NAMUN DEMIKIAN, andaikata kita menemukan kesalahan pada pendapat kita, janganlah takut untuk mengubahnya. Sebab bisa terjadi bahwa pendapat kita belum berpijak pada seluruh fakta yang ada.

    Jangan “mandeg” dalam satu garis pemikiran saja.

    Kita perlu membedakan antara “memiliki” pendapat dengan “bersikeras” pada pendapat kita.

    Sekali lagi, BERTAHANLAH PADA PENDAPAT KITA apabila itu PANTAS UNTUK DI PERTAHANKAN. Namun, segeralah mengubah KEKELIRUAN apabila PENDAPAT KITA megandung KEKELIRUAN didalamnya, dengan tetap MEMELIHARA BLOGGER BERSATU & BERSAHABAT! Jangan mudah terbakar, tapi jangan pula mudah menjadi beku.

  32. saksi98 Says:

    Melihat komentarnya adieska, jadi ingat waktu dulu. Semangat banget. Semangat untuk maki sana maki sini. Enaknya jadi mahasiswa ya seperti itu, seperti yang aku rasakan dulu. tapi aku sangsi setelah enggak jadi mahasiswa lagi apa konsisten mempertahankan idealismenya. Saya yakin adieska sekarang akan menjawab, ya. Aku doakan semoga saja ia mampu mempertahankan idealismenya. Pasti mampulah….Kalau aku? Lakukan apa yang bisa aku lakukan untuk bangsa ini walaupun dimata orang lain mungkin kecil. Aku sudah bukan mahasiswa lagi, jadi tidak hobi lagi maki-maki. Capedeeeh.

  33. Adieska Says:

    Selamat malam om asep. Sudah bisa aktif ngenet rupanya. Turut berdukacita ya om asep…

    Sekali lagi saya juga mohon maaf kalo membuat rame forum ini.

    @ Andi Cihuy: Anda emang super aneh. Bukannya anda yang minta dikomentar anda “hello andi, tolong tunjukan kontribusi nyata… jangan sok moderat dengan orasi-orasi basi yang loe tulis diatas…”

    Pertama… Kayaknya tulisan saya ini bukan orasi deh. Ini curahan hati yang paling dalam. Semua bahasanya adalah bahasa sehari2 dan mungkin bahasa2 makian yang ada didalam hati kalo kita lagi kesal, kecuali anda emang orang yang nggak pernah kesal. Terus terang saya emang sangat kesal dengan sikap Pemerintahan SBY yang kalo kita semua mau jujur, udah kelewat batas.

    Trus giliran saya tunjukin sedikit dari apa yang pernah saya lakukan anda bilang “maaf juga kalo saya tidak menganggap penting untuk menunjukkan kepada banyak orang kontribusi nyata apa yg sudah saya lakukan sebagai warga negara dan mantan mahasiswa yang mudah2an tidak kehilangan idealisme, untuk apa? setelah semua orang tau apa saya langsung disebut sebagai orang hebat? setelah disebut hebat kemudian apalagi? NIHIL… cuma kepuasan kosong…” Maksud anda apa sih? Kog kampungan banget? Komentar itu cuma saya tujukan untuk anda dan bukan untuk banyak orang, makanya saya terlebih dahulu meminta maaf di forum ini.

    Trus idealisme apakah yang anda maksud itu? Kalo saya nggak salah anda Mantan Mahasiswa dari IPB. Jangan permalukan almamater anda sendiri bahwa idelisme yang anda maksud bukan idelisme yang berpihak kepada rakyat.

    Trus anda juga bilang “maaf juga, tantangan diskusinya saya tolak…. karena kalo diskusi cuma buat nunjukin siapa yg lebih pintar dari yang lainnya, sangat ngga bermanfaat buat saya… tapi kalo di-AJAK berdiskusi untuk membuat kita sama-sama pintar dengan prinsip saling mengingatkan, mungkin kita bisa arrange waktu yang tepat…” Anda lah yang atur waktu… Anda kan super sibuk. Kalo saya sekarang lagi banyak waktu luang. Tinggal ngerjain Skripsi. Kapanpun saya siap. Oiya, jangan sampai menggangu tidur anda ya. Nanti anda kecapekan pula. Fisik anda kan nggak kayak dulu waktu mahasiswa :)

  34. bonoriau Says:

    Mas, aku nggak bisa tidur kalau fikirkan nasib anak bangsa yang tak keruan …tapi insyallah ini hanya dugaan sementara seperti kisah nabi Yusof, 7 tahun senang 7 tahun susah…kita perlu kembali ke Al-Quran dan Sunah

  35. andi CiHuY Says:

    aduuuh…. pake bahasa apayah biar si adieska ini ngerti…

    u need to know that ‘andi’ on that comment is reffers to ME… not to someone else… (atau jangan2 nama loe andi juga? mungkin disini salah pahamnya)

    tarik napas dulu lah… tenangin pikiran…

    o iya satu lagi, dengan bangga gw mengakui bahwa gw memang alumni IPB, dan dengan sadar menyatakan TIDAK AKAN DAN TIDAK MUNGKIN MEMPERMALUKAN ALMAMATER GW…

    hahaha… semoga aja gw yg bodoh dalam hal ini, supaya punya semangat untuk terus menjadi pintar…

  36. Adieska Says:

    @ Saksi98: Makin bingung aku ngeliat seniorku yang satu ini. Emang waktu om senior jadi mahasiswa, om senior bisa buat keputusan yang langsung mempengaruhi negeri ini ya om??? Lalu kenapa om bilang “Sesuatu yang paling aku benci sekarang ini adalah “MAHASISWA”. Banyak omong enggak bisa kerja. Waktu 98 bukan mahasiswa yang melakukan perubahan, tapi mahasiswa selalu diagung-agungkan yang melakukan perubahan. Bekerja cuma dalam tataran ide. Percuma” Om… Pernah jadi mahasiswa kan??? So… Kenapa harus menggunakan kata Benci kepada junior2mu? Kenapa om ga Benci juga ma Pemerintah yang sekarang? Om… Dah banyak yang hidupnya sekarat om. Makan ga makan. Kalopun aku mengungkapkan pendapatku dengan cara yang keras, kuakui kog. Aku emang bukan tipe orang yang santun dan om juga bukan tipe orang yang santun menurutku.

    Kalo aku nggak salah tebak berarti om sudah selesai jadi mahasiswa sebelum tahun 98 ya om??? Om ngiri kali ama angkatan 98. Saya juga waktu itu masih STM di Jakarta om. Saya juga saksi dan saya bangga dengan Angkatan 98. Tanpa mereka, tak akan tumbang Orde Baru om.

    Oh dulu pernah memaki juga ya om??? Samalah kita om… Kalo gitu ceritanya, ya janganlah om maki junior om dengan kata “Benci” Gimana sih om…??? PISS lah om :)

    Tapi ada yang aneh dengan om. Saya pingin banget kenal ma om tapi nggak pernah bisa dapet identitas. Om kog ngumpet sih?

    @ Andi Cihuy: Nah… Ketauan sekarang kan bro. “Andi was reffer to me”. Aneh loe kan. Makanya gue suruh loe baca lagi deh komen lo.

    Atau loenya udah nggak mau berdiskusi lagi ma gue ya bro? Ayo lah bro. Makin panjang diskusi kita makin asik. Biar elo inget masa2 loe jadi mahasiswa dulu di kampus.

    Lagipula kalo emang reffer to Elo sendiri bro, kenapa loe nggak lurusin dari kemaren bro??? Kan aneh loe… Halah…

    Yo wes lah… Barusan aku liat semua isi blogmu. Rupanya kamu sobatnya guru2 bloggerku. Aku juga nggak enak ama om Asep, om Ki2m, om Abiaz. Rupanya bro Andi sobat kental mereka. Padahal aku banyak dapet ilmu dari mereka.

    Mohon maaf ya Om Asep, Om Ki2m dan Om Abiaz, saya terlalu asik berdiskusi dengan bro Andi Cihuy… Biasanya tiap hari blogwalking keblognya guru2 bloggerku itu, gara2 ini jadi kelupaan. Takutnya entar malah jadi susah berkomunikasi lagi sama om2ku itu. PISS lah semuanya. Kita tutup disini perdebatannya.

  37. Asep Saepudin Says:

    @ Andi & Adieska: PISS!

    Hal yang membuat saya bangga dari sahabat-sahabat saya ini adalah cara mereka memulai memperkenalkan diri satu sama lain, dengan berargumentasi dan dengan mempertahankan pendapat. Sebagai blogger BERSATU & BERSAHABAT yang memiliki intelektual tinggi seperti mereka, di tambah pengalaman-pengalaman mereka yang berbeda baik selama masih menjadi mahasiswa ataupun setelah itu tentu akan memberi wacana yang sedikit agak berbeda. Ini demokrasi, sekali lagi saya SALUT dengan cara berpikir mereka. Apabila kita yang berbeda semua bersatu, KEKUATAN AKAN SEMAKIN KOKOH UNTUK MEMBANTU MENGEMBALIKAN TANAH SURGA DAN KOLAM SUSU KITA. Mari kita selalu ingat simbol PANJAT PINANG dalam setiap peringatan hari kemerdekaan.

    Setelah ini, Andi & Adieska akan menjadi sosok sahabat-sahabat blogger yang senantiasa memiliki kekuatan untuk saling MENG-EDIFIKASI. Andi yang memiliki Rumah Merah Hati akan segera menyediakan kamar khusus buat Adieska, begitu sebaliknya dengan pengalaman sosial beliau, Adieska akan segera menulis posting baru BAHWA BEGINILAH CARA UNIK BLOGGER BERKENALAN untuk tetap berpegang bahwa BLOGGER BERSATU & BERSAHABAT!. PISS!!!

  38. awan Says:

    Tanah surga bagi orang lain ya Kang Asep? Bagi kita… kok jadi tanah bencana? Ada apa mengapa? Piraku nanya pada rumput yang bergoyang :D

  39. bonoriau Says:

    Tanah berTuah Tanah Syurga untuk anak bangsa …Bencana ini semua Dugaan untuk membina kekuatan Bangsa..juga Blogger BERSATU & BERSAHABAT

  40. bu niek 4n6 » SBY, Sontoloyo Banget Ya… Says:

    […] melalui tulisan ini. Karena pada setiap blog yang kukunjungi, misalnya disini, disini dan disini, aku selalu meninggalkan jejak berupa komentar. Komentar yang menurut sebagian orang mungkin cukup […]

  41. addiehf Says:

    hahaha SUSUnya tumpah Semua?Kalo sudah begini, Sapa yang REPOT????

Leave a Reply


SHOUTBOX

RECENT COMMENTS

BOXLOG ARCHIVES

BLOGROLL

BOOKMARKS

ADMIN ONLY